Banten, (kasehat)--Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten, telah melakukan observasi dan pengambilan sampling terhadap industri pembuatan bakso. Observasi dilakukan menyusul temuan pencampuran daging sapi dengan babi hutan sebagai bahan pembuatan bakso, di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI), Jakarta, beberapa waktu lalu.
BPOM Banten langsung mendatangi sejumlah industri pembuatan bakso di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang. Dipilihnya kedua daerah tersebut, karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. “Hasil observasi kami tidak menemukan adanya industri pembuatan bakso yang mencampur daging sapi dengan babi hutan. Semua hasil pemeriksaan negative,” tutur Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOMm Banten, Akhmad Kurnia, ST, kepada Kasehat.com, kemarin.
Ahmad Kurnia mengaku, dalam observasi tersebut, BPOM menemukan kehigienisan sanitasi pada industri pembuatan bakso sangat buruk. Pencatatan produksi juga sangat buruk, sehingga BPOM Banten memberikan teguran keras kepada instansi terkait di Pemkot Tangsel dan Pemkab Tangerang, guna memberikan sanksi tegas kepada pemilik industri tersebut.
Akibat kehigienisan sanitasi yang buruk tersebut, sehingga di temukan bakteri microbiologi pada hasil olahan bakso. Bakteri microbiologi bila masuk ke dalam perut manusia akan mengakibatkan sakit perut, diare hingga yang paling berbahaya adalah terjangkitnya penyakit types pada manusia.
“Ditemukannya bakteri mocrobiologi, karena buruknya higenisasi sanitasi industry pembuatan bakso itu. Karena kurang higenis dari mungkin tangan-tangan para pekerjannya itu, sehingga bakteri itu, masih menempel di bakso,” ujar Akhmad Kurnia.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.28/2004 tentang Keamanan Mutu dan Gisi Pangan, yang memiliki kewenangan memberikan teguran atau sanksi terhadap indsutri pengolahan pangan adalah instansi terkait yang berada di kabupaten/kota. BPOM hanya melakukan pengawasan terhadap proses pengolahan bahan makanan.
Kendati demikian, BPOM Provinsi Banten selalu membantu kabupaten/kota dalam melakukan inpeksi dan pengambilan sampel terhadap bahan makan yang dikira mencurigakan. Apalagi tanggapan masyarakat terhadap kinerja BPOM sangat bagus, dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan makanan dan obat-obatan. (es)
