Kasehat.Com— Perilaku seks bebas dewasa ini marak terjadi di kalangan masyarakat, terutama di kota-kota besar. Budaya hidup komsumsif, kemewahan, dan kran informasi melalui internet dan handphone yang bebas membuat perilaku mayoritas orang makin tak terkontrol.
“Kasus semacam ini banyak saya temukan. Tukar pasangan, maupun pesta seks sudah lumrah dilakukan,” kata seksolog, dr Naek L Tobing, SpKJ dalam seminar kesehatan “Pro Kontra Edukasi Seks untuk Remaja” di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Sabtu (30/6).
Dia mengatakan kasus seks bebas akan terus meningkat dari waktu-waktu. Hal itu disebabkan karena makin berkembangnya budaya kunsumerisme dan kemewahan yang berlebihan. Faktanya hari ini, seks di kalangan remaja juga dilakukan demikian bebas.
Penelitian Komisi Nasional (Komnas) Anak pada 2008 menemukan 97 persen pelajar SMP dan SMA sudah menonton tayangan video porno. 93,7 persen remaja yang berpacaran melakukan ciuman, rabaan alat kelamin dan ora seks. Kemudian sekitar 62,7 persen pelajar SMP dan SMA tidak perawan lagi, dan 21,2 remaja pernah melakukan aborsi.
Selain itu survey kesehatan reproduksi remaja Indonesia (SKRRI) BKKBN pada 2002 menyebutkan sebanyak 34,7 persen remaja perempuan usia 14 hingga 19 tahun sudah melakukan hubungan seks.
Sementara 30,9 persen remaja lelaki di usia tersebut. Sementara itu remaja usia 20 hingga 24 tahun, perempuan sudah melakukan hubungan seks sekitar 48,6 persen, dan remaja laki-laki sekitar 46, 5 persen.
“Angka-angka itu perlu dikhawatirkan. Penyebabnya ya internet itu lah, akses gambar dan video porno bisa dilakukan dengan mudah. Kalau mereka sudah nonton video porno besar kemungkinan berujung dengan hubungan seks,” sebutnya.
Selain itu minimnya kontrol orang tua di rumah juga merupakan penyebab utama. Sebab katanya, dari banyak remaja yang melakukan seks, umumnya di lakukan di rumah ketika dalam keadaan sepi. Dan biasanya, hubungan itu dimulai dari pacaran yang tidak sehat, rabaan dan ciuman yang menimbulkan rangsangan.
Upaya yang penting sebagai bentuk kontrol terhadap budaya seks bebas antara lain adalah perlambat masa pacaran. Karena pacaran yang tidak sehat akibat perkembangan budaya lah yang menyebabkan meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan remaja. (*)
dina lorenza02 Juli 2012 - 08:35:32 WIB seminar kesehatanya bagus kak...besok2 adain lagi ya....o ya kak doorprize nya kok ngk sesuai dengan temanya kak....hehehe
o ya kak 1 lagi foto2 kita kemaren mana kak.....heehe
<< First | < Prev |
1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :