Padang (Kasehat)— Ulkus kornea atau kekeruhan pada kornea mata merupakan penyebab utama kebutaan dan ganguan penglihatan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri kekeruhan kornea ini menempati urutan kedua penyebab utama kasus kebutaan.
Di RSUP Dr M Djamil Padang, ulkus kornea juga menempati urutan pertama dari 10 penyebab penyakit mata terbanyak. Sepanjang tahun ini sudah ditemukan 47 kasus di rumah sakit terbesar di Sumatera Barat itu.
Salah seorang penderita ulkus kornea, Yarmansyah (33) mengaku sudah seminggu diurawat di RS tersebut. Menurut pengakuannya, awalnya matanya hanya kena miang padi, kemudian diberi obat daun sirih. Bukannya membaik, pemberian obat tersebut justru menyebabkan matanya makin berair serta penglihatan menjadi kabur.
“Rasanya seperti ada yang menusuk-nusuk dari dalam,” katanya.
Dokter mata dari RSUP Dr M Djamil, dr Getry Sukmayanti, SpM mengatakan ulkus kornea bisa terjadi akibat trauma benda asing. Bisa pula disebabkan masuknya bakteri atau jamur ke dalam kornea sehingga menimbulkan infeksi dan peradangan. Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri, menurunkan kejernihan penglihatan dan kemungkinan erosi kornea.
”Pasien dengan ulkus kornea harus menjalani perawatan terlebih dahulu. Seperti kasus Yarmansyah penyebabnya karena daun sirih yang diberikan itu tidak steril dan mengandung jamur,” paparnya.
Dia menambahkan, untuk pemberian obat, mesti diberikan sesuai dengan gambaran klinisnya. Selain itu, disarankan mengonsumsi makan-makanan yang banyak mengandung vitamin C, karena dengan mengkonsumsi banyak vitamin C akan mempercepat penyembuhan ( proses epitelisasi ).
Selain itu jangan menggosok-gosok mata yang sudah meradang, cuci tangan sesering mungkin dan bersihkan dengan kain bersih, berikan analgetik untuk menghilangkan nyeri. (Ks1)
