Padang, (Kasehat)—Jika selama ini Anda sering nonton video atau film porno, maka ada baiknya anda mengurangi kebiasaan tersebut sekarang. Dalam temuan terbaru neurologis dari University of Groningen Medical Center Belanda, Gert Holstege mengatakan bahwa, tayangan porno dapat mengakibatkan bagian otak yang memproses rangsangan visual tidak berfungsi.
“Jika anda melihat, misalnya, pada layar komputer dan menulis teks maka Anda harus melihat secara spesifik dan hati-hati pada apa yang dikerjakan supaya tidak melakukan kesalahan,” kata Holstege seperti dikutip Livescience, Senin (21/5).
Kegiatan melihat film
atau melakukan kerja visual, menurut Holstege, umumnya mengalirkan
darah tambahan ke otak. Namun, Holstege mengatakan manakala seseorang
sedang melihat tayangan seksual secara eksplisit, tidak dibutuhkan
kehati-hatian dan kejelian.
”
Tayangan porno dapat mengakibatkan bagian otak yang memproses
rangsangan visual tak berfungsi. Karena Anda tahu secara tepat apa yang
terjadi dan tidak peduli apakah pintu itu berwarna hijau atau kuning,”
kata Holstege
Holstege mengatakan otak seseorang dapat menjadi cemas atau terangsang atau tidak merasakan apapun ketika melihat film porno, tapi dia tidak merasakan kedua perasaan itu (cemas dan terangsang) sekaligus.
Berdasarkan penelitian Holstege, aktivitas di daerah otak yang berhubungan kecemasan menjadi merosot saat seseorang orgasme. “Fenomena ini mungkin menjelaskan mengapa perempuan dengan hasrat seksual yang rendah memiliki tingkat kecemasan yang tinggi,” kata Holstege.
Holstege menambahkan jika seseorang berada dalam situasi yang sangat bahaya, dia tidak mempunyai perasaan seksual. “Itu karena Anda harus menyelamatkan diri sendiri, bukan bertahan untuk kelangsungan spesies,” kata Holstege pada livescience yang dikutip kasehat.com.(ris/*)
