Dalam sebuah penelitian terhadap obat-obatan DE yang dijual di Korea Selatan ditemukan obat-aobatan itu bukan cuma terkontaminasi, tapi juga mengandung bahan aktif terlalu banyak atau justru tidak mengandung apa pun. Obat-obatan itu bisa berbahaya, terutama untuk pria yang menderita hipertensi atau penyakit jantung.
Dalam penelitian di Korea Selatan para peneliti membandingkan Viagra dan Cialis dengan obat-obatan “sejenis” yang dijual bebas. Ternyata sepertiga dari obat-obatan itu memiliki ukuran dan warna yang berbeda. Sementara itu 58 persen mengandung zat aktif terlalu banyak dan 3 persen tidak mengandung apa-apa.
“Obat yang dibeli dengan bebas itu mungkin lebih murah daripada obat resep, tapi sangat berisiko, atau justru tidak memberikan efek apa pun karena tidak ada isinya,” kata Dr.John Morley, direktur geriatri dari Saint Louis University, AS, seperti dikutip dari Jakarta Press , Senin (7/5).
Sejak Viagra diluncurkan dan populer, berbagai obat DE sejenis bermunculan bak cendawan di musim hujan. Padahal, obat DE memiliki tipe khusus, karena pasien perlu berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui faktor penyebabnya. Tidak semua pasien yang impotensi diberikan obat DE.
Para
ahli juga mengingatkan bahwa obat Viagra yang asli pun memiliki efek
samping, terutama pada pria yang juga mengonsumsi obat nitrat untuk
mengobati nyeri dada.
“Setiap
obat memiliki efek samping, karena itu konsultasikan dulu dengan
dokter. Dikhawaitrkan obat-obatan yang dijual tanpa resep itu memiliki
efek samping lebih berbahaya,” kata Morley.
Oleh
karena itu penggunaan obat kuat di dalam masyarakat sebaiknya makin
diwaspadai. Selain mempunyai efek samping dan membahayakan kesehatan si
pemakai. Obat pendongkrak gairah ini juga mengancam maut.(ris/*)
