Seperti yang dialami Widuri (bukan nama sebenarnya) yang mengaku pernah melakukan hubungan seks saat sedang menstruasi. Saat ditanya kenapa melakukannya, ia mengaku tidak mengetahui bahaya melakukan hubungan seks saat haid.
“Saya dan suami pernah melakukan hubungan seks, saat saya sedang datangn bulan,” ungkapnya kepada Kasehat.com, yang ditemui dikediamannya di Kelurahan Tabing, Padang, Jumat (27/4).
Diakuinya, setelah melakukan hubungan tersebut, Widuri merasakan sakit pada bagian bawah perutnya dan setelah itu datang bulannya tidak lagi teratur. “Setelah kami melakukannya, saya sering telat datang bulan, padahal sebelumnya tidak pernah. Karena malu, jadi saya tidak konsultasikan ke dokter,” ujarnya.
Dilanjutkan Widuri, perbuatan itu ia lakukan karena sang suami memiliki keinginan yang lebih untuk melakukan hubungan seks, ketimbang dirinya. “Dulu, pernah waktu saya sedang bekerja ia datang menjemput ke kantor, hanya untuk melakukan hubungan seks. Padahal saat itu saya sedang hamil,” katanya sembari tersenyum malu.
Secara terpisah, Dr Gunawan Dwi Prayitno, SpOG (K) dari RSPAD Gatot Subroto\ yang dilansir dari detikhealth, Jumat (27/4) menuturkan beberapa bahaya yang harus diwaspadai jika melakukan hubungan seks saat perempuan sedang datang bulan, diantaranya :
1.Endometriosis.
Saat
melakukan hubungan suami istri, sang perempuan akan mengalami orgasme
dan pada saat itu rahim akan berkontraksi yang menyebabkan darah kotor
dari menstruasi bisa masuk ke dalam perut melalui saluran telur. Hal
ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.
2.Infeksi.
Hubungan
suami istri biasanya akan menimbulkan luka dan endometriumnya
mengalami peluruhan, darah menstruasi atau sperma yang tidak steril
bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi.
3. Bisa menyebabkan luka trauma di mulut rahim yang diakibatkan adanya infeksi.
“Darah
adalah sumber makanan bagi kuman, banyak zat-zat makanan yang
terkandung di dalam darah. Karena itu jika darah masuk ke dalam perut
bisa menjadi medium yang sangat baik untuk perkembangbiakan bakteri
yang ada di tubuh,” ujar dokter yang juga berpraktik di Siloam Hospital
Kebun Jeruk.
Dr Gunawan menyarankan sebaiknya suami menunggu hingga istrinya bersih dan selesai menstruasi, setelah itu lakukan hubungan seksual seperti biasa. Hubungan seks 2-3 kali seminggu juga baik untuk meningkatkan angka kehamilan bagi sang istri dan merangsang tubuh untuk mnghasilkan sperma dengan jumlah dan kualitas yang lebih banyak dan lebih bagus.(ris/*)
